Petani Was-was, Serangan Virus Tungro Mulai Menjarah Lahan Padi di Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk

  • May 15, 2026
  • KIM Sungai Lulut

SUNGAI LULUT (15 Mei 2026) – Para petani di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, mulai mengkhawatirkan potensi penyebaran virus tungro yang mengancam luas lahan padi di wilayah tersebut. Kondisi lingkungan yang lembap akibat tingginya debit air di persawahan memicu peningkatan populasi wereng hijau sebagai vektor utama penyakit ini.

​Berdasarkan hasil pantauan lapangan pada Jumat (15/05/2026), kondisi air di areal persawahan terpantau cukup dalam. Hal ini terjadi karena lokasi lahan yang berdekatan dengan satu-satunya pintu air di kawasan tersebut. Genangan air yang tinggi menciptakan iklim mikro yang sangat lembap, yang merupakan habitat ideal bagi hama wereng hijau (Nephotettix virescens) untuk berkembang biak dengan cepat.

​Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kelurahan Sungai Lulut, Rajihan Saufi, yang mengambil dokumentasi langsung di titik koordinat -3.331834,114.652214, mengonfirmasi bahwa kelembapan tinggi akibat air yang tertahan menjadi faktor kunci cepatnya pergerakan wereng hijau dari satu tanaman ke tanaman lainnya.

​“Kondisi air yang sulit surut karena posisi dekat pintu air tunggal membuat lahan sangat lembap. Inilah yang disukai wereng hijau. Jika tidak segera diantisipasi, virus tungro bisa menyebar lebih luas dan mengakibatkan tanaman padi kerdil serta gagal panen,” ungkap Rajihan.

​Menanggapi situasi ini, para petani dan penyuluh swadaya di Kelurahan Sungai Lulut menaruh harapan besar kepada Dinas Pertanian Kabupaten Banjar untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain:
​Bantuan distribusi insektisida khusus wereng hijau untuk memutus rantai penularan virus tungro sebelum mencapai fase kritis, pendampingan teknis (Gerakan Pengendalian), adanya peninjauan kembali terkait pengelolaan pintu air (tabat) agar pengaturan debit air di lahan pertanian Sungai Lulut bisa lebih fleksibel dan tidak menyebabkan genangan permanen yang memicu hama.

​Diharapkan dengan adanya tindakan cepat dari instansi terkait, keberlangsungan produksi padi di Kelurahan Sungai Lulut tetap terjaga dan ancaman gagal panen dapat dihindari.